SIGMA Σ CAPITAL GROUP
Integrity - Performance - Financial Intelligence
Global Wealth Management & Financial Intelligence Education
 
  >> Home |  Education |  Services |  Schedule |  Learning-101 |  Contact |  Sigma-Group
 
     
 
 
 
Stock-Bonds-Fx-Options Learning
ETF Guide
 
 
    Contact us for Sigma Wealth Management & Financial Intelligence Education
    Sigma Capital Group


 
     
    Newspaper Business Column

    Sigma Financial Intelligence Training #1

    Bagi para investor, cita-cita untuk menjadi investor long term
    dan meraih “Financial Freedom” & Wealth adalah tujuan yang
    ingin dicapai, dimana kita bisa mempunyai banyak waktu dan
    kesejahteraan. Global market memberikan “Global Opportunity”
    (kesempatan) bagi semua orang yang mau mempelajarinya.

    Dalam ber-invetasi, sebaiknya kita mementingkan konsistensi
    profit dan cara berinvestasi long term dibandingkan profit
    tinggi. Investor nomer 1, Warren Buffett, berharap antara
    20 – 30% per tahun, tapi jika dibuat compounding (bunga
    berbunga), maka dengan 30% per tahun saja, dalam waktu 10
    tahun, bisa menghasilkan 1370%, atau 137% rata-rata per
    tahun.

    Bagi yang ingin memulai dengan small capital dan resiko
    kecil serta terbatas, options bisa memberikan “Profit Besar
    dengan resiko terbatas”. Misalnya dengan 1$, dan kita membeli
    instrument call options pada angka saham 30$, artinya kita
    mempunyai hak beli mulai dari harga 30$ dengan uang 1$. Jika
    saham nantinya menjadi 40$, maka profit kita adalah 10$ - 1$
    biaya = net profit 9$ atau 900%. Real profit dikalikan 100,
    maka menjadi 900$. Resiko total jika saham ternyata menjadi
    Nol, adalah 1$ saja (atau 100$). Dan masih banyak lagi
    strategy untuk saham yang naik, turun, flat, dan volatile.

    Kabar baik bagi anda yang saat ini menjadi investor, Sigma
    Capital menyelenggarakan “Kelas reguler untuk menjadi
    Investor”, sangat baik dipelajari oleh semua kalangan. Investor
    bisa menggunakan “kapital kecil” maupun yang “besar”, dan bisa
    mempelajari strategi sederhana tapi efektif. Ada banyak
    strategi advanced yang dipakai profesional. Pelatihan ini telah
    diadakan diberbagai kota dan dilengkapi dengan “club investor
    support” untuk memastikan penyerapan ilmu.

    Topik yang dipelajari adalah, strategi Hedge Fund Profesional.
    * Bagaimana “berinvestasi long term”.
    * Membuat “extra income” via covered call.
    * Melindungi investasi” via options.
    * Membeli Saham dengan diskon.
    * Profit (puluhan / ratusan persen) dengan capital kecil via  
    . options saat market naik / turun.
    * Analisa “Psikologis, Fundamental, & tehnikal”.
    * Membuka account, berlatih sendiri.
    * Investor Club untuk bimbingan.

    Sigma Capital adalah spesialis edukasi investasi. Kelas ini baik
    untuk diikuti oleh umum, investor dan para entrepreneur.

    Daftar &  Hadiri kelas ini segera. Jadikan diri anda seorang
    investor, Raih Financial Freedom & Wealth.

    Harga 450 rb + Materi. Free untuk 50 pertama.

    Termasuk: Training, Materi, & Sertifikat.
    Reg via . the number above
 
    Newspaper Business Column

    Sigma Financial Intelligence Training #2

    Global market memberikan “Global Opportunity” bagi semua
    orang yang belajar. Bulan Oktober 2008 adalah bulan
    penurunan yang terbesar, dan merupakan kesempatan
    terbesar bagi investor yang sabar menunggu.

    Saat ini banyak saham Blue Chip di Amerika, Eropa, Asia, dan
    Indonesia, berubah menjadi Blue & Cheap karena turun lebih
    dari 90%. Ini adalah kesempatan terbaik yang datang tiap 4,
    7, 10, & 16 tahunan.

    Umumnya lebih dari 90% orang, membeli saham pada saat
    harganya naik, dan sekitar 80% orang membeli pada saat
    harga hampir tertinggi. Psikologi manusia hanya tertarik dengan
    grafik yang uptrend, dan jarang tertarik dengan grafik yang
    turun. Sebagai investor, justru tahun 2008-2009 inilah
    yang ditunggu.

    Kita mengetahui bahwa investor nomer 1, Warren Buffett,
    mendapat 20 – 30% per tahun, & dengan 30% per tahun
    compunding, dalam waktu 10 tahun, menghasilkan 1370%,
    atau 137% per tahun.

    Untuk index saham ETF atau jenis reksadana index, tahun
    2009, banyak yang turun lebih dari 70%, misalnya China,
    Brazil, dan Rusia. Inilah saat kita membeli mereka untuk jangka
    panjang. Gunakan 5% dari capital per entry. sigma-capital-
    group.com/sigmaetfguide.

    Secara historis, kesempatan untuk profit 400 – 500% itu
    mudah, jika Indexnya sudah turun 70-80%. Sedangkan untuk
    saham individu, kesempatan profit 500 – 1.000%.
    Tidak perlu melakukan trading. Sebelum membeli, sebaiknya
    belajar dulu supaya terhindar dari kecelakaan investasi.

    Untuk pemula yang ingin memulai dengan kapital kecil dan resiko
    “kecil” tapi dengan “profit tak terbatas”, bisa menggunakan
    instrument options. Contoh, dengan 1$, membeli instrument call
    options pada harga saham 30$, artinya kita mempunyai hak beli
    saham mulai dari harga 30$. Total biaya = 1$. Jika saham
    menjadi 40$, maka profit adalah 10 - 1 = 9$ atau 900%. Resiko
    total jika saham ternyata turun, adalah 1$ saja.

    Khusus untuk saham yang turun, kita bisa membeli put
    options seharga $1 untuk perjanjian saham diharga 30$. Jika
    harga saham turun ke 20, maka kita profit 10 - 1 = 9$ atau
    900%. Jika saham naik di atas 30$, maka total loss kita hanya
    1$. Options memberikan resiko terbatas dengan profit tak
    terbatas.

    Kabar baik, Sigma Capital menyelenggarakan “Training menjadi
    Investor”, sangat baik dipelajari oleh semua kalangan.

    Harga 450 rb + Materi. Free untuk 50 pertama.

    Termasuk: Training, Materi, & Sertifikat.
    Reg via . the number above
 
    Newspaper Business Column

    Sigma Financial Intelligence Training #3

    Tahun 2008 - 2009 merupakan salah satu tahun terbaik bagi
    para investor untuk berinvestasi pada berbagai macam
    instrument. Mulai dari bonds, saham, maupun options. Bagi
    investor berkapital besar maupun kecil. Temukan cara
    berinvestasi 2009 dengan menghadiri kelas untuk investor
    umum yang diselenggarakan oleh Sigma.

    Untuk investor saham, kali ini semua saham termasuk blue chip
    mengalami discount lebih dari 50% dan sekarang pada tahap
    range bound. Akan banyak kesempatan untuk membeli murah
    saat koreksi nanti. Sebaiknya menggunakan sebagian kecil
    kapital saja (5-10%) untuk berinvestasi di saham untuk
    menjaga diri dari volatilitas.

    Bagi investor bonds / obligasi, umumnya dipakai oleh investor
    yang berkapital besar untuk menyimpan 90% dananya, kali ini
    imbal hasil dari obligasi negara & korporasi sangat tinggi. Saat
    suku bunga naik maka nilai bond menurun, artinya investor bisa
    membeli dengan diskon misalnya 90% dari 100, tapi tetap
    menerima kupon interest dari harga full 100. Juga, Indonesia
    mengeluarkan global bond dalam U.S Dollar dengan bunga yang
    lebih tinggi dari deposito rupiah dan tentunya lebih menarik
    daripada ditaruh dalam deposito dollar. Untuk memanfaatkan
    hal ini, datang dan pelajari di seminar investasi Sigma.

    Bagi investor berkapital kecil, investor bisa menggunakan
    “options” sebagai alternatif untuk mendapatkan gain saat pasar
    sedang dalam posisi range bound seperti sekarang. Jika
    membeli options, maka loss terbatas, tapi profit bisa tak
    terbatas, tentunya perlu belajar dulu cara menggunakan
    derivatif ini sebelum membeli. Investor bisa membeli Call options
    jika saham naik, membeli Put options saat turun. Options bisa
    dipakai untuk asuransi saham dari penurunan drastis.

    Dalam ber-invetasi, sebaiknya kita mementingkan konsistensi
    profit dan cara berinvestasi long term dibandingkan profit
    tinggi. Investor nomer 1, Warren Buffett, membuat 20 – 30%
    per tahun, tapi jika dibuat compounding (bunga berbunga),
    maka dengan 30% per tahun saja, dalam waktu 10 tahun,
    menghasilkan 1370%, atau 137% rata-rata per tahun.

    Kabar baik bagi anda yang saat ini menjadi investor, Sigma
    Capital menyelenggarakan “Kelas cara menjadi Investor”,
    &sangat baik dipelajari oleh semua kalangan. Investor bisa
    menggunakan “kapital kecil” maupun yang “besar”, dan bisa
    mempelajari strategi sederhana tapi efektif. Ada banyak
    strategi advanced yang dipakai profesional. Pelatihan ini  
    dilengkapi dengan “club investor

    Harga 450 rb + Materi. Free untuk 50 pertama.

    Termasuk: Training, Materi, & Sertifikat.
    Reg via . the number above
         
    Newspaper: Bisnis & Moneter : 28 February 2009

    Global Economy Collapse 2009 & Opportunities (1)

    Turunnya harga Aset dunia

    Era kapitalisme di Amerika dan negara Eropa berakhir ditahun
    2008 yang ditandai dengan kejatuhan hampir seluruh sektor
    financial dan sahamnya. Hal ini terjadi karena konsep mengejar
    profit tinggi dengan mengambil resiko terlalu besar tanpa
    didukung managemen resiko yang benar. Para krisis di-era
    1930an, Amerika mengalami krisis keuangan yang dimulai dari
    “overleverage” resiko pada sektor perumahan dan
    pasar saham. Bank memberikan pinjaman 130% melebihi
    harga rumah dengan asumsi harganya akan terus naik. Ini
    menyebabkan “negative equity”, dimana aset lebih kecil dari
    nilai kreditnya. Para spekulatorpun bebas meminjam uang untuk
    membeli saham hingga 30 kali lipat nilai dasarnya.

    Saat terjadi siklus penurunan ekonomi, cicilan rumah segera
    menjadi macet,  harga sahampun turun sampai 99%. Terjadi
    wealth destruction yang dikenal sebagai Great Depression.
    Pemerintah bertindak dengan mebuat regulasi ketat yang
    dikenal dengan Glass-Steagall act, dimana peranan bank
    dibatasi dalam hal spekulasi pasar dan kegiatan umum komersial
    bank. Ratio total hutang Amerika terhadap GDP saat terjadi
    collapse 1930 adalah 300% . Diperlukan 20 tahun untuk
    menurunkan ratio hutang itu ke level 140%.

    Saat terjadi market destruction ditahun 2008, ratio hutang/GDP
    melebihi tahun 1930 yaitu 360%. Sudah terjadi wealth
    destruction ekonomi permanen. Saat terjadi crash di tahun
    1930, diperlukan 25 tahun untuk index pasar mencapai break
    even, sedangkan untuk crash 2007-2009 ini dimana hutang
    jauh lebih besar dari masa lalu, tidak ada yang bisa menjamin
    apakah 30 tahun bisa memperbaikinya.

    Pada tahun 1970an, terjadi lagi krisis perumahan dan pasar
    saham dengan penyebab yang sama, yaitu hutang berlebihan
    (overleverage), dan solusinya adalah dengan membuat hutang
    yang lebih besar untuk membayar hutang yang terdahulu,
    melalui paket stimulus yang menaikan belanja pemerintah dan
    proses bail out kredit macet yang uangnya ditanggung oleh
    pembayar pajak. Negara mencetak uang dan menjual surat
    hutang sebanyak mungkin. Hal ini terlihat berjalan baik dan
    dipandang sebagai solusi, karena orang merasa senang “bisa”
    berhutang dan berbelanja lagi.

    Sampai pada krisis berikutnya diera 1980an dan 1990an,
    dimana krisis terulang lagi. Solusi pemerintah adalah membuat
    hutang yang lebih besar lagi dan berbelanja lebih banyak lagi.
    Krisis berikutnya terjadi ditahun 2001 dimana index SP500 turun
    lagi 50%, dan Nasdaq turun hampir 80%. Tentu solusinya
    adalah, membuat hutang lebih besar lagi untuk membayar
    hutang sebelumnya.

    Ditahun 2008 – 2009, ratio total hutang Amerika terhadap
    GDP sekitar 360% saaat terjadi market collapse yang
    membuat index Amerika turun lagi 50% dan diprediksi
    menuju 90%. Pasar dunia seperti Rusia, India, China, Brazil,
    turun dengan proporsi sekitar 80 – 90%. Dimasa yang lalu,
    penurunan besar seperti ini sudah pernah terjadi, tapi collapse
    kali ini disertai dengan berhentinya aliran uang untuk melakukan
    kredit hutang baru. Hutang baru inilah yang diperlukan untuk
    membayar hutang lama seperti penyelesaian krisis dimasa lalu.
    Sudah setahun lebih, aliran kredit dunia berhenti, dan bisnis
    akhirnya ikut macet. Daya beli konsumer terhenti karena tidak
    adanya kredit baru. Surat hutang yang diterbitkan pemerintah
    Amerika sekarang mencapai 11 Trilyun dollar untuk membiayai
    belanja, bail out, trade defisit, dan stimulus lainnya.

    Penerbitan surat hutang ini mengundang banyak pembeli dollar
    jangka pendek karena Amerika dianggap memiliki rating
    keamanan hutang tertinggi. Penarikan dollar juga disebabkan
    oleh redemption para investor di Amerika. Kedua hal ini
    menyebabkan menyusutnya stock dollar di negara lain seperti
    Asia dan Indonesia karena tersedot oleh Amerika. Hal tersebut
    berkontribusi pada koreksi mata uang Asia dan Indonesia. Tapi
    tentunya, karena Amerika terus mencetak uang, maka
    konsekuensi berikutnya adalah hyperinflation yang
    disebabkan jumlah uang beredar terlalu banyak, dan akan
    terjadi penurunan nilai mata uang dollar dijangka panjang. Ini
    akan menyebabkan krisis gelombang berikutnya bagi
    dunia. Sebab itulah, 20-30 tahun mungkin tidak cukup untuk
    mengatasi gelombang krisis kali ini.

    Disaat negara lain menurunkan bunga menjadi nol, Indonesia
    terpaksa menaikan bunga untuk menarik investor membeli
    rupiah dan melepas dolar, tapi kebijakan ini tidak berhasil dan
    rupiah mengalami depresiasi 30% dari 9.000 menjadi 12.000,
    dan kehilangan 50% terhadap Yen. Investor memilih membeli
    Dolar dan Yen dibandingkan mata uang beresiko. Hampir semua
    negara berkembang seperti Filipina dan Indonesia, asetnya
    dikategorikan tidak layak investasi dan hampir default karena
    adanya systemic risk dan currency risk yang besar.
     
    Newspaper: Bisnis & Moneter : 28 February 2009

    Global Economy Collapse 2009 & Opportunities (2)

    Kesempatan baik bagi investor dan cara menghadapi
    krisis

    Kini semua negara di dunia, berusaha menggerakan ekonominya
    yang macet. Mereka memberikan paket stimulus ekonomi dan
    memberikan bantuan likuiditas kepada bank dengan harapan
    bisa membangkitkan daya beli, tetapi bank tidak bisa
    memberikan kredit baru karena uangnya dipakai sebagai dana
    siaga, dan terbatasnya jumlah kreditor yang memiliki track
    record baik ikut menghentikan kegiatan pinjaman bank.

    Bantuan likuiditas adalah solusi jangka pendek, dan
    memperbesar hutang negara. Saat ini, hampir semua bank
    terbesar dunia sudah gagal secara tehnis karena menumpuknya
    kredit macet dan hanya bertahan karena disupport oleh
    pemerintah. Hasil akhirnya adalah kegagalan ekonomi masal. Di
    Amerika,

    pemutusan kerja per-bulannya berkisar 500.000
    orang. Para ekonom melihat ada 50-60 juta total pemutusan
    kerja diseluruh dunia pada tahun 2009 ini.

    Dengan terjadinya collapse financial yang mungkin akan
    berlangsung 10-20 tahun kedepan, terjadilah proses
    deleveraging atau penurunan harga aset.. Bagi mereka yang
    berdisiplin tanpa hutang dan memiliki tabungan, akan berada
    dalam posisi diuntungkan, karena banyaknya aset rumah dan
    saham yang bisa dibeli dengan harga sangat rendah.
    Contoh kesempatan bagi investor, harga properti Amerika
    sudah turun  sekitar 40%, diperkirakan akan turun sampai
    75%. Di Indonesia sendiri, mengambil contoh dari tahun 1998 –
    2001, harga rumah turun sampai 75%. Tentu penurunan
    harga rumah akan terjadi lagi pada krisis ini.

    Untuk melakukan diversifikasi resiko mata uang, sebaiknya
    investor membeli beberapa mata uang untuk membagi resiko.
    Misalnya US Dollar + Yen, Euro, Aussie Dollar, Swiss Franc,
    Canadian Dollar, atau Sing Dollar. Gunakan cukup 3 jenis mata
    uang yang bisa saling kompensasi pergerakan USD. Untuk
    membatasi resiko saham, gunakan options atau futures. Selain
    itu, Options bisa menjadi alternatif extra income bagi investor
    berkapital kecil.

    Bagi “long term investor”, tahun 2009 dan seterusnya,
    memberikan kesempatan sangat baik, yang hanya didapat 100
    tahun sekali. Investor punya banyak waktu untuk membeli aset
    murah di Amerika, Eropa, dan Asia. Investor sebaiknya
    menggunakan ETF (basket saham) dibandingkan membeli saham
    individual yang bisa beresiko menjadi nol pada masa krisis. Jika
    ingin membeli rumah di Amerika, cukup menggunakan ETF
    perumahan - IYR, yang saat ini sudah turun 75%.

    Untuk berinvestasi diglobal market, saat ini index Rusia - RSX,
    India - IFN, China - FXI & PGJ, dan Brazil - EWZ, sudah
    turun dengan kisaran 80 – 90%. Investor bisa membeli
    secara “bertahap” menggunakan - maximum 5% per entry -
    dari kapital saat harganya mengalami koreksi. Untuk index
    Amerika seperti SP500 – SPY dan DowJones30 – DIA, saat ini
    baru terkoreksi 50%, diharapkan untuk turun 75 – 90% seperti
    tahun 1930 jika kebijakan ekonomi yang sekarang gagal. Index
    ETF Jepang – EWJ dan Hongkong – EWH masih diharapkan
    turun lebih besar lagi, dan pasar Indonesia diharapkan akan
    turun dibawah level 1.000. Sebaiknya investor bersabar
    beberapa saat sebelum membeli, karena blue chip bisa turun
    90% lebih seperti tahun 1998.

    Investasi pertama kali yang perlu dimiliki investor
    adalah “pengetahuan” bagaimana cara “berinvestasi
    long term” dengan benar. Banyaknya kecelakaan investasi
    dalam jumlah besar, dikarenakan 97% dari mereka tidak
    mempunyai pengetahuan yang cukup dan hanya bermodalkan
    “uang dan keberanian”. Bagi mereka, pasar dianggap arena judi
    jangka pendek, bukan tempat investasi. Jika menang,
    menganggap diri beruntung, jika kalah, maka pasarlah yang
    pasti salah. Investasi sebaiknya dimulai dulu dari pendidikan
    dilanjutkan dengan kapital kecil secara bertahap.

    Sedikitnya jumlah investor yang berhasil di dunia, karena
    memang sedikit orang yang mau belajar, dan lebih sedikit lagi
    yang mau “bersabar” menunggu koreksi pasar. Saat
    crash seperti sekarang, banyak orang kehilangan uang, dan
    hanya sedikit orang yang membeli saham murah seperti investor
    Warren Buffett. Fenomena ini selalu terulang, dimana orang
    hanya membeli saat naik, dan diam belasan tahun saat pasar
    turun. Jika anda, seorang investor yang memiliki pengetahuan,
    tahun 2009 dan seterusnya, merupakan kesempatan terbaik
    yang pernah ada.

    Jika anda ingin belajar Financial Intelligence tentang cara
    berinvestasi long term (mulai dari kapital kecil sampai besar),
    hubungi Sigma Capital untuk belajar lebih lanjut.
         
 
FINANCIAL INTELLIGENCE EDUCATION
Intelligent Investing Workshop - 3 Days
BY: SIGMA Σ CAPITAL GROUP
 
 
    Announcement to all Investors...

  • Dibuka kelas - "Intelligent Investing" - (Agustus 2009)

  • Dengan silabus materi yang sudah diperbaharui dan lebih lengkap

  • Disesuaikan untuk investor Lokal maupun Global, dalam Rupiah & Dollar.
 
 
    Tujuan  yang akan dicapai oleh peserta :

  • Mampu melihat & mengambil kesempatan ber-investasi pada - Market Lokal & Global

  • Menjadi Real Investor yang - Sukses Jangka Panjang - Menggunakan metode Warren Buffett

  • Memahami Alokasi Asset & Asset Class. Bonds - Equity - Derivative

  • Memahami Tingkat Security Asset - Risk & Yield

  • Memahami Alokasi Asset untuk membuat Dana Pensiun Pribadi

  • Meningkatkan Financial Intelligence secara lengkap untuk tiap individu
     
 

    Sigma - Intelligent Investing - Complete New Gold Training Syllabus:

    1. Market Lokal Indonesia & Analysis Global Macro Economy

  • Major Currency & Trillion Dollar Question

  • Commodity vs USD

  • Inflation & Bagaimana cara menanganinya

  • Deficit US & dampak terhadap dunia + Indonesia

  • Global Financial Crisis. Debts vs Bigger Debts

  • CDO, CDS, MBS, Prime & Subprime (+Video illustration)


    2. Memahami "Jenis" Reksadana (Mutual Funds) Local & International

  • Bonds / Obligasi (Short, Medium, & Long Term bonds)

  • Equity / Saham,

  • Campuran Bonds & Equity


    3. Jenis Reksadana apa yang tepat untuk saat uptrend / downtrend.


    4. Strategy "Alokasi Asset" (Bonds & Equity) yang sesuai dengan usia.

    4b Cara membuat Dana Pensiun Pribadi


    5. Jenis "Asset Class" beserta tingkat Sekuriti-nya


    6. Memanfaatkan Derivative Options, Futures (Index, Forex, Comd, etc)

  • Menggunakan small capital only & dipakai sebagai alternatif income

  • Limited small risk, potensial high return untuk berbagai market.

  • Digunakan Sebagai Asuransi Asset

  • Digunakan untuk menghasilkan Rental Income pada Asset yang ada.


    6b.Investasi pada ETF & Opportunity-nya bagi mayoritas investor

  • ETF index

  • ETF sektoral / specific (Oil, Gas, Gold, Silver, Bonds, REITs, etc)

  • ETF country, Emerging, (+BRIC) etc


    7. Bagaimana membuat diri sendiri menjadi investor yang sukses long term
    .   menggunakan - Metode Warren Buffett

  • Asset Apa saja yang Perlu Dibeli dan Kapan Waktunya.

  • Tidak menjadi short term day trader/ spekulator/ scalper

  • Psychology Lesson, "mengapa" trader forex, index, commodity,

    mayoritasnya lebih dari 97% tidak pernah sukses seperti

    yang diharapkan (stop wasting your time doing trading)


    8. Menguasai Psikologi via Learning, Practice, & Common sense (Rationality)

    9. Memanfaatkan Technical Analysis sebagai

  • Alat bantu Common Sense yang Rational untuk Entry & Exit market.

  • Untuk melakukan check & Re-check Range instrument & Resiko-nya.

  • ** dan TIDAK digunakan sebagai dasar utama Entry Exit market seperti

    .     yang dilakukan banyak trader umumnya. (Not the right thing to do).


    10. Bagaimana focus pada cara investasi yang akan berhasil long term

  • Dengan resiko minimum atau zero dengan instrument tertentu

  • Jenis financial Instrumen apa saja yang tepat

  • Cara & Strategi apa yang terbaik

  • Kapan waktunya yang baik untuk menggunakan instrument tersebut.

 
    Bagi member Gold Sigma yang berminat "Refresh Re-Seat" untuk belajar materi baru

    Bisa Menghubungi Sigma Representative

  • Untuk Daftar via SMS ketik : Nama Lengkap + HP + E-mail
  • (Tempat Terbatas - Alokasi 15 orang untuk Re-Seat)

    Akhir Pendaftaran tanggal 2 Agustus 2009
 
    Intelligent Investing Workshop 3 Hari

    HOTEL


  • Sabtu    : jam 09.45 - 19.00
  • Minggu  : jam 12.45 - 19.00
  • Senin    : jam 18.00 - 22.00

  • Dapatkan "Free Re-seat" atau
  • "Referal Fee" 5% bagi yang membawa member GOLD Baru

    Untuk Member kota Bandung, Manado, Makassar, Balikpapan, Samarinda,  mendapat extra
  • Support Follow Up dan Workshop selama 12 / 24 minggu
  • Dibantu oleh mentor Investor Club

    Silahkan menghubungi Sigma Representative untuk keterangan lebih lanjut

    Harap membawa jaket, alat tulis, penggaris, dan kalkulator